Software Release Life Cycle
Beberapa waktu yang lalu teman saya menanyakan masalah software release life cycle, dikarenakan dia agak sedikit berantem berbeda pendapat dengan temanya masalah rilis software open source bikinan temannya. Saya menjadi ingin menuliskan sedikit masalah software release life cycle ini. Untuk menguatkan hipotesa saya, saya coba searching di internet. Dan ternyata banyak yang menerangkan masalah tahapan rilis ini.
Software release lifecycle adalah tahapan-tahapan rilis suatu software. Dimana masing-masing tahapan menggambarkan seberapa stabil dan seberapa selesai suatu software di develop. Software disini bisa berupa software yang baru dibuat,patch, modul, update. Tahapan rilis software kurang lebih seperti berikut
Alpha >> Beta >> Release Candidate (gamma/delta) >> Gold (versi final release/stabil)
1. Alpha release
Secara gampangnya adalah, ketika software sudah di compile dan siap untuk dites secara internal. Pada tahap ini software yang sudah dilengkapi dengan fungsi-fungsi dasar telah siap untuk dites secara internal. Pengetesan dilakukan oleh bagian pengetesan software yang masih dalam satu organisasi, tetapi bukan oleh si pembuat software. Meskipun saat ini ada alpha release yang juga dipublish ke umum untuk dites oleh tester dari luar organisasi. Pengetesan oleh tester dari luar ini dimaksudkan untuk mendapatkan feedback yang lebih sesuai kondisi lapangan, sesuai keinginan user, dan lebih obyektif. Metode test yang digunakan pengetesan biasanya menggunakan metode white box dan blackbox.
2. Beta release
ketika software sudah lolos melewati Alpha test, maka tahapan berikutnya adalah Beta release. Tahapan ini adalah rilis dimana debugging dilakukan secara aktif. Software versi Beta adalah tahapan dimana software yang sudah lengkap fungsi-fungsinya, dan tidak ada penambahan fitur-fitur lagi akan tetapi masih belum stabil (terkadang masih ada eror muncul, tidak valid, atau terkadang crash). Versi ini terkadang disebut dengan versi prototype. Software rilis beta dipublish kepada umum untuk dilakukan testing oleh para beta tester (orang yang melakukan tes ke rilis beta). Testing oleh khalayak umum ini dilakukan untuk medapatkan feedback dari hasil test pada lingkungan operasional yang sesungguhnya. Karena ditest oleh khalayak umum, diharapkan bug yang ada pada software bisa segera diketemukan untuk segera diperbaiki. Selain itu feedback yang didapatkan pun akan lebih variatif.
3. Release candidate
Software yang berada dalam tahap release candidate adalah software yang sudah hampir final dan siap untuk di rilis secara resmi (final release) kecuali jika tiba tiba ada bug yang kritikal. Release candidate ini adalah semacam preview dari dari final release. Biasanya software pada tahapan ini sudah bisa dipakai, karena sudah relatif lebih stabil daripada versi beta. Pada tahap ini dilakukan stabilisasi, dan tidak ditemukan bug lagi.
4. Gold / Final release
Ini adalah software final yang sudah stabil dan relatif tidak ada bug. Versi ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan Relase candidate, mungkin hanya sedikit polesan. Software final release ini sudah layak untuk didistribusikan untuk dipakai secara luas. Setelah tahap ini yang akan keluar berikutnya adalah patch, update penambahan fitur.
Akan tetapi software releasi lifecycle tidaklah harus diikuti seperti tahapan diatas. Banyak kasus dari rilis beta langsung ke final release.
Dirangkum dari beberapa sumber

